Press Release Pameran
Press Release
Pameran Seni Rupa Homage 2 Homesite
Sekitar 50 lukisan karya para seniman ternama Indonesia akan dipamerkan dalam pameran seni rupa Homage 2 Homesite yang akan dibuka resmi hari Jumat, 15 Desember 2006 di eks kampus ASRI di Gampingan, Wirobrajan, Yogyakarta. Di dalamnya ada karya-karya Djoko Pekik, Agus Suwage, Ivan Sagito, Nasirun, Wara Anindyah, Ivan Harianto, Hari Budiono, I Gusti Nengah Nurata, Made Djirna, Jumaldi Alfi, Yunizar, dan masih banyak lagi seniman ternama Indonesia. Dari tajuk pameran ini, Homage 2 Homesite, dengan jelas mengisyaratkan sebuah penghormatan terhadap kampung Gampingan, tempat beradanya kampus “kawah candradimuka”-nya para seniman seni rupa Indonesia.
Pameran yang rencananya akan dibuka oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan kolektor seni Dr. Oei Hong Djien ini merupakan kelanjutan dari acara yang digelar sebulan sebelumnya, yakni Melukis Lagi di Gampingan pada tanggal 19 November lalu. Kedua perhelatan ini, meski berangkat dari sebuah romantisme, merupakan aktivitas integral sebagai bagian dari upaya sosialisasi atas rencana pendirian museum seni rupa yang dibangun di bekas kampus ASRI/STSRI/FSR ISI Yogyakarta tersetut. Museum ini sendiri rencananya berlevel nasional dengan label Jogja National Museum (JNM) yang diprakarsai oleh Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara dengan ketuanya KPH Wironegoro. Dengan demikian acara pameran seni rupa ini menjadi sebuah langkah penting yang dilakukan untuk mengetengahkan gagasan tentang pendirian museum secara jernih, jelas, dengan menjadikannya sebagai “umpan” yang diharapkan akan direspons secara baik oleh publik (seni).
Rencana pameran ini sendiri, sejak awal, telah direspons dengan antusias oleh para seniman. Sampai hari akhir penerimaan karya, yang waktunya hanya dua minggu, panitia telah kebanjiran karya hingga mencapai jumlah 200 karya seni. Karya-karya tersebut dikirimkan oleh seniman-seniman yang tidak saja alumni ASRI/STSRI/FSRI Yogyakarta saja, melainkan juga banyak seniman dari latar belakang yang berbeda. Tidak juga seniman yang menetap di Yogyakarta, namun dari mereka yang bermukim di Denpasar, Semarang, Solo, Purwokerto, Surabaya, Magelang, dan kota-kota lainnya. Ini menunjukkan antusiasme publik terhadap acara ini, sekaligus respons yang baik terhadap rencana pembangunan museum seni rupa. Gelagat ini terlihat jelas karena perhelatan pameran ini sepenuhnya merupakan pameran fundrising atau penggalangan dana dimana setiap karya lukis yang kelak terjual akan dipotong minimal 40% untuk diumbangkan kepada pihak Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara.
Meluapnya minat seniman terhadap pameran ini memaksa pihak panitia untuk menentukan sejumlah 50 karya dari sekitar 200 karya yang masuk. Seleksi ini dengan terpaksa dilakukan untuk tetap menjaga kualitas pameran, meski panitia akan tetap memajang semua karya yang masuk. Proses pemilihan karya yang masuk dalam “50 Besar” ini dilakukan oleh dua orang yang kurator, yakni Suwarno Wisetrotomo dan Kuss Indarto. Dari hasil seleksi ini, 50 karya “berhak” masuk dalam katalog, sedangkan semua nama seniman yang terlibat dalam kepesertaan pameran ini juga dicantumkan dalam katalog.
Pameran ini rencananya akan berlangsung hingga tanggal 30 Desember 2006 mendatang.
Panitia Pameran Homage 2 Homesite
Pameran Seni Rupa Homage 2 Homesite
Sekitar 50 lukisan karya para seniman ternama Indonesia akan dipamerkan dalam pameran seni rupa Homage 2 Homesite yang akan dibuka resmi hari Jumat, 15 Desember 2006 di eks kampus ASRI di Gampingan, Wirobrajan, Yogyakarta. Di dalamnya ada karya-karya Djoko Pekik, Agus Suwage, Ivan Sagito, Nasirun, Wara Anindyah, Ivan Harianto, Hari Budiono, I Gusti Nengah Nurata, Made Djirna, Jumaldi Alfi, Yunizar, dan masih banyak lagi seniman ternama Indonesia. Dari tajuk pameran ini, Homage 2 Homesite, dengan jelas mengisyaratkan sebuah penghormatan terhadap kampung Gampingan, tempat beradanya kampus “kawah candradimuka”-nya para seniman seni rupa Indonesia.
Pameran yang rencananya akan dibuka oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas dan kolektor seni Dr. Oei Hong Djien ini merupakan kelanjutan dari acara yang digelar sebulan sebelumnya, yakni Melukis Lagi di Gampingan pada tanggal 19 November lalu. Kedua perhelatan ini, meski berangkat dari sebuah romantisme, merupakan aktivitas integral sebagai bagian dari upaya sosialisasi atas rencana pendirian museum seni rupa yang dibangun di bekas kampus ASRI/STSRI/FSR ISI Yogyakarta tersetut. Museum ini sendiri rencananya berlevel nasional dengan label Jogja National Museum (JNM) yang diprakarsai oleh Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara dengan ketuanya KPH Wironegoro. Dengan demikian acara pameran seni rupa ini menjadi sebuah langkah penting yang dilakukan untuk mengetengahkan gagasan tentang pendirian museum secara jernih, jelas, dengan menjadikannya sebagai “umpan” yang diharapkan akan direspons secara baik oleh publik (seni).
Rencana pameran ini sendiri, sejak awal, telah direspons dengan antusias oleh para seniman. Sampai hari akhir penerimaan karya, yang waktunya hanya dua minggu, panitia telah kebanjiran karya hingga mencapai jumlah 200 karya seni. Karya-karya tersebut dikirimkan oleh seniman-seniman yang tidak saja alumni ASRI/STSRI/FSRI Yogyakarta saja, melainkan juga banyak seniman dari latar belakang yang berbeda. Tidak juga seniman yang menetap di Yogyakarta, namun dari mereka yang bermukim di Denpasar, Semarang, Solo, Purwokerto, Surabaya, Magelang, dan kota-kota lainnya. Ini menunjukkan antusiasme publik terhadap acara ini, sekaligus respons yang baik terhadap rencana pembangunan museum seni rupa. Gelagat ini terlihat jelas karena perhelatan pameran ini sepenuhnya merupakan pameran fundrising atau penggalangan dana dimana setiap karya lukis yang kelak terjual akan dipotong minimal 40% untuk diumbangkan kepada pihak Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara.
Meluapnya minat seniman terhadap pameran ini memaksa pihak panitia untuk menentukan sejumlah 50 karya dari sekitar 200 karya yang masuk. Seleksi ini dengan terpaksa dilakukan untuk tetap menjaga kualitas pameran, meski panitia akan tetap memajang semua karya yang masuk. Proses pemilihan karya yang masuk dalam “50 Besar” ini dilakukan oleh dua orang yang kurator, yakni Suwarno Wisetrotomo dan Kuss Indarto. Dari hasil seleksi ini, 50 karya “berhak” masuk dalam katalog, sedangkan semua nama seniman yang terlibat dalam kepesertaan pameran ini juga dicantumkan dalam katalog.
Pameran ini rencananya akan berlangsung hingga tanggal 30 Desember 2006 mendatang.
Panitia Pameran Homage 2 Homesite

1 Comments:
World Of Warcraft gold for cheap
wow power leveling,
wow gold,
wow gold,
wow power leveling,
wow power leveling,
world of warcraft power leveling,
world of warcraft power leveling
wow power leveling,
cheap wow gold,
cheap wow gold,
buy wow gold,
wow gold,
Cheap WoW Gold,
wow gold,
Cheap WoW Gold,
world of warcraft gold,
wow gold,
world of warcraft gold,
wow gold,
wow gold,
wow gold,
wow gold,
wow gold,
wow gold,
wow gold
buy cheap World Of Warcraft gold l3a6c7qn
Post a Comment
<< Home