Akhirnya Tidak "Melukis Lagi di Gampingan"
Acara "Melukis Lagi di Gampingan: Aku Datang, Aku Senang, Aku Kenang", yang berlangsung Minggu, 19 November 206, terbilang sukses. Ini kalau kita menggunakan salah satu parameter, yakni kuantitas publik seni yang datang. Dari meja sekretariat tercatat ada sekitar 420 peserta datang dan mendaftar hingga jam 15.00 WIB. Ini tentu tak termasuk banyak seniman atau pengunjung yang datang tapi enggan untuk mencatatkan diri di buku tamu.
Mereka yang datang pun begitu beragam. Ada banyak seniman seni rupa yang sudah punya reputasi. Misalnya Ivan Sagito, Nasirun, Djoko Pekik, Agus Suwage, Ong Hari Wahyu, Koni Herawati, Putu Sutawijaya, dan lainnya. Dari Bali pun datang I Made Djirna. Pun Astari Rasjid dan Pintor Sirait yang beberapa lama ulang-alik Jakarta-Bali. Ada Hanafi dari Depok/Jakarta. Ada Arahmaiani dari Bandung. Datang pula kurator Enin Supriyanto, pemilik Nadi Gallery, Biantoro. Ada Ngurah Nurata dari Solo. Ada GM "Oom Pasikom" Sudarta dari Klaten. Mereka yang berstatus dosen Fakultas Seni Rupa dan Disain (FSRD) ISI Yogya ketika Gampingan masih jadi kampus pun berhamburan datang. Ada Anusapati, Sudarisman, Alex Luthfi, Agus Burhan, Pracoyo, Sun Ardi, Soebroto SM, dan lainnya. Terlihat pula mondar-mandir arsitek Sta Laretna Adhisakti, penyair Afrizal Malna, dan lainnya. Dan tentu saja tak terbilang banyaknya rombongan seniman yang datang dari kota-kota lain di sekitar Yogya seperti dari Semarang, Solo, Klaten, Magelang, Semarang, Purwokerto, dan lainnya. Apalagi seniman atau mahasiswa seni yang bermukim di Yogyakarta. Wuih, banyak sekali.
Nuansa nostalgis atau romantik nampaknya begitu kuat, sehingga rentetan acara yang telah dirancang oleh panitia, tak bisa berjalan dengan "bagus" sesuai rencana. Seniman2 yang sudah mengagendakan diri untuk melukis, ketika tiba di Gampingan, membatalkan diri karena waktunya habis untuk ngobrol dengan lama yang bertahun-tahun tak bertemu. Maklum, ini merupakan ajang pertama untuk "reuni" setelah Gampingan dicabut "otoritas"-nya sebagai kampus FSR ISI Yogyakarta. Ellia yang jauh-jauh datang dari Tulungagung, Jawa Timur, ya akhirnya sibuk ngobrol ke sana-sini dengan rekan seangkatannya yang telah belasan tahun tak ketemu. Pun dengan Dedi PAW yang meski bukan alumni ISI/ASRI, "gagal" melukis meski telah menyiapkan kanvas di mobilnya. Dia memilih ngobrol dengan sesama teman seniman.
So, ketika acara "ngobrol" soal museum berlangsung, respon peserta kurang optimal. Meskipun bukan berarti gagal, tetapi ada beberapa point yang bisa ditangguk sebagai masukan penting bagi pihak manajemen museum. Beberapa seniman yang ingin bicara serius meski dengan suasana santai, tak bisa maksimal karena "ditingkahi" oleh seniman lain yang lebih dulu fly yang terus teriak2 di sekitar areal acara ngobrol itu. Hahahaha, itulah "roh" ASRI yang dulu begitu lucu bertahun2 hingga 1997 saat kampus ini dipindahkan ke Sewon, Bantul.
Acara ini kemudian ditutup dalam gelap dan oleh tampilnya grup ShaggyDog yang mendendangkan sekitar 8 lau di pelataran utara gedung Sasana Ajiyasa. Tanpa sound system yang memadai, mereka nyanyi, ditingkahi oleh cuap2 penonton yang riuh, juga oleh beberapa seniman yang menari-nari ala musik Ska, termasuk juga seniman Bob Sick yang melukis para personal ShaggyDog on the spot.
...Njing, anjing, anjing, anjing Kintamani ...
Makasih, makasih, teman2 seniman, juga rekan2 pers yang telah menyebarluaskan rencana acara kemarin, dan menjadikan acara Melukis Lagi di Gampingan berlangsung dengan sukses. Meski banyak di anatar mereka "tidak melukis (lagi) di Gampingan"... hahahaha. Salam (kuss indarto)
Mereka yang datang pun begitu beragam. Ada banyak seniman seni rupa yang sudah punya reputasi. Misalnya Ivan Sagito, Nasirun, Djoko Pekik, Agus Suwage, Ong Hari Wahyu, Koni Herawati, Putu Sutawijaya, dan lainnya. Dari Bali pun datang I Made Djirna. Pun Astari Rasjid dan Pintor Sirait yang beberapa lama ulang-alik Jakarta-Bali. Ada Hanafi dari Depok/Jakarta. Ada Arahmaiani dari Bandung. Datang pula kurator Enin Supriyanto, pemilik Nadi Gallery, Biantoro. Ada Ngurah Nurata dari Solo. Ada GM "Oom Pasikom" Sudarta dari Klaten. Mereka yang berstatus dosen Fakultas Seni Rupa dan Disain (FSRD) ISI Yogya ketika Gampingan masih jadi kampus pun berhamburan datang. Ada Anusapati, Sudarisman, Alex Luthfi, Agus Burhan, Pracoyo, Sun Ardi, Soebroto SM, dan lainnya. Terlihat pula mondar-mandir arsitek Sta Laretna Adhisakti, penyair Afrizal Malna, dan lainnya. Dan tentu saja tak terbilang banyaknya rombongan seniman yang datang dari kota-kota lain di sekitar Yogya seperti dari Semarang, Solo, Klaten, Magelang, Semarang, Purwokerto, dan lainnya. Apalagi seniman atau mahasiswa seni yang bermukim di Yogyakarta. Wuih, banyak sekali.
Nuansa nostalgis atau romantik nampaknya begitu kuat, sehingga rentetan acara yang telah dirancang oleh panitia, tak bisa berjalan dengan "bagus" sesuai rencana. Seniman2 yang sudah mengagendakan diri untuk melukis, ketika tiba di Gampingan, membatalkan diri karena waktunya habis untuk ngobrol dengan lama yang bertahun-tahun tak bertemu. Maklum, ini merupakan ajang pertama untuk "reuni" setelah Gampingan dicabut "otoritas"-nya sebagai kampus FSR ISI Yogyakarta. Ellia yang jauh-jauh datang dari Tulungagung, Jawa Timur, ya akhirnya sibuk ngobrol ke sana-sini dengan rekan seangkatannya yang telah belasan tahun tak ketemu. Pun dengan Dedi PAW yang meski bukan alumni ISI/ASRI, "gagal" melukis meski telah menyiapkan kanvas di mobilnya. Dia memilih ngobrol dengan sesama teman seniman.
So, ketika acara "ngobrol" soal museum berlangsung, respon peserta kurang optimal. Meskipun bukan berarti gagal, tetapi ada beberapa point yang bisa ditangguk sebagai masukan penting bagi pihak manajemen museum. Beberapa seniman yang ingin bicara serius meski dengan suasana santai, tak bisa maksimal karena "ditingkahi" oleh seniman lain yang lebih dulu fly yang terus teriak2 di sekitar areal acara ngobrol itu. Hahahaha, itulah "roh" ASRI yang dulu begitu lucu bertahun2 hingga 1997 saat kampus ini dipindahkan ke Sewon, Bantul.
Acara ini kemudian ditutup dalam gelap dan oleh tampilnya grup ShaggyDog yang mendendangkan sekitar 8 lau di pelataran utara gedung Sasana Ajiyasa. Tanpa sound system yang memadai, mereka nyanyi, ditingkahi oleh cuap2 penonton yang riuh, juga oleh beberapa seniman yang menari-nari ala musik Ska, termasuk juga seniman Bob Sick yang melukis para personal ShaggyDog on the spot.
...Njing, anjing, anjing, anjing Kintamani ...
Makasih, makasih, teman2 seniman, juga rekan2 pers yang telah menyebarluaskan rencana acara kemarin, dan menjadikan acara Melukis Lagi di Gampingan berlangsung dengan sukses. Meski banyak di anatar mereka "tidak melukis (lagi) di Gampingan"... hahahaha. Salam (kuss indarto)

6 Comments:
argggggghhhhhh.... telat bgt neh, aku pas pulang kemaren. duh... hiks, infone ga tekan blas. kan aku bisa turun tahta (cieee....) melu acarane. yowis kabar2i lg kalo ada update event.
kecuali aku sudah dilupakan sama kaprizone... hehehe...
Selamat untuk panitia, acara yang terbilang sukses. Walau persiapan acara ini mepet, tapi luar biasa, sensasi romantisme itu memang kesan tersendiri. Saya menulis kesan-kesan di blog saya, monggo dikunjungi di sudjuddartanto.blogspot.com.
Siska yang baik di kopimorning. Persiapan acara emang relatif sangat terbatas. Mepet biyanget, yu! Untung wae dana ada, itupun ya dicukup2kan dari anggaran yang juga mefet. Tapi akhirnya bisa jalan. Asyik. Bisa ngumpulke balung pisah. Teman2 yang datang kebanyakan dapet info atas acara ini ya dari ilmu gethok tular kae: dari sms, dari bibir ke bibir eh dari mulut ke mulut, dari email, juga dari toa di mesjid2.
Untuk teman2 yang gak sempat dateng karena gak terundang ato gak dengar woro2nya, ya maapin deh. Terbatas banget je kemampuan kita. Tengkiu deh atas perhatiannya. Moga2 tahun depan bisa bikin lagi. Melok ae yoh!
Halo halo !
aku dengar & dapat semua info lewat telpon & sms ttg reuni.
Sedih banget nggak bisa ada di yogya. Aku terlalu jauh dari tanah air.
BLOG ini bagus banget. Keren.
Kuss, aku minta ijin kalau ada text info ttg gampingan, mau aku copy ke profile ASRI gampingan di myspace.com.
Iya, aku buat itu....biar rada asoy...rada gaul nginternasional sithik...
He...he...he...
Please check it di link ini:
http://www.myspace.com/isi_asri
Salam dari Los Angeles,
dion
E-mail:durgatattoo@gmail.com
Untuk Dion, tengkiu juga mo nyempetin baca blog tanah leluhur kita hahaha. apalagi mo copy, oke aja. sante aja. Kalo bisa sebarin ya ke temen2 seniman yang alumni ISI. Tengkiu, tengkiu...
bagus dech
http://prositelink.com
http://proswiftmusic.com
http://achmaddardiri.com
Post a Comment
<< Home